Selasa, 19 April 2016

SEMBILAN UNSUR DALAM MEMBUAT KARANGAN

SEMBILAN UNSUR DALAM MEMBUAT KARANGAN

Sebelum menulis suatu gagasan atau tulisan ilmiah, seharusnya kita memperhatikan beberapa unsur yang terdapat dalam penulisan ilmiah tersebut. Sehingga penulisan ilmiah yang kita buat mampu memenuhi syarat penulisan dalam Bahasa Indonesia yang baik dan benar, baik secara lisan ataupun tulisan.
Berikut adalah unsur-unsur dalam membuat suatu karangan  yang digunakan dalam pengungkapan suatu gagasan ilmiah, yaitu:
1.    Ragam Bahasa
2.    Ejaan
3.    Diksi
4.    Kalimat
5.    Alinea dan Pengembangannya
6.    Perencanaan Penulisan Karangan Ilmiah
7.    Kerangka Karangan
8.    Kutipan dan Catatan Kaki
9.    Abstrak dan Daftar Pustaka

a.  Ragam Bahasa
Ragam bahasa adalah varian dari sebuah bahasa menurut pemakaian. Berbeda dengan dialek yaitu varian dari sebuah bahasa menurut pemakai. Variasi tersebut bisa berbentuk dialekaksenlarasgaya, atau berbagai variasisosiolinguistik lain, termasuk variasi bahasa baku itu sendiri. Variasi di tingkat leksikon, seperti slang dan argot, sering dianggap terkait dengan gaya atau tingkat formalitas tertentu, meskipun penggunaannya kadang juga dianggap sebagai suatu variasi atau ragam tersendiri.

b.  Ejaan
Ejaan adalah penggambaran bunyi bahasa (kata, kalimat, dsb) dengan kaidah tulisan (huruf) yang distandardisasikan dan mempunyai makna. Cara menuliskan bahasa (kata atau kalimat) dengan menggunakan huruf dan tanda baca yang distandarisasikan dan mempunyai makna. Ejaan juga  memiliki 3 aspek yaitu aspek fonologis untukpenggambaran fenom dengan huruf dan penyusunan abjad, aspek morfologisuntuk penggambaran satuan-satuan morfemis, aspek sintaksis untukpenanda ujaran berupa tanda baca. Dalam penulisan ejaan pun perlu diperhatikan pemakaian tanda baca serta pembagian kata yang pantas untuk dilihat serta dibaca oleh semua orang.

c.   Diksi
Diksi, dalam arti aslinya dan pertama, merujuk pada pemilihan kata dan gaya ekspresi oleh penulis atau pembicara.[butuh rujukan] Arti kedua, arti "diksi" yang lebih umum digambarkan dengan enunsiasi kata - seni berbicara jelas sehingga setiap kata dapat didengar dan dipahami hingga kompleksitas dan ekstrimitas terjauhnya. Arti kedua ini membicarakan pengucapan dan intonasi, daripada pemilihan kata dan gaya.
Diksi memiliki beberapa bagian; pendaftaran - kata formal atau informal dalam konteks sosial - adalah yang utama. Analisis diksi secara literal menemukan bagaimana satu kalimat menghasilkan intonasi dan karakterisasi, contohnya penggunaan kata-kata yang berhubungan dengan gerakan fisik menggambarkan karakter aktif, sementara penggunaan kata-kata yang berhubungan dengan pikiran menggambarkan karakter yang introspektif. Diksi juga memiliki dampak terhadap pemilihan kata dan sintaks. Diksi terdiri dari delapan elemen: Fonem, Silabel, Konjungsi, Hubungan, Kata benda, Kata kerja, Infleksi, dan Uterans.




d.   Kalimat
Kalimat adalah satuan bahasa berupa kata atau rangkaian kata yang dapat berdiri sendiri dan menyatakan makna yang lengkap. Kalimat adalah satuan bahasa terkecil yang mengungkapkan pikiran yang utuh, baik dengan cara lisan maupun tulisan. Dalam wujud lisan, kalimat diucapkan dengan suara naik turun, dan keras lembut, disela jeda, dan diakhiri dengan intonasi akhir. Sedangkan dalam wujud tulisan berhuruf latin, kalimat dimulai dengan huruf kapital dan diakhiri dengan tanda titik (.) untuk menyatakan kalimat berita atau yang bersifat informatif, tanda tanya (?) untuk menyatakan pertanyaan dan tanda seru (!) untuk menyatakan kalimat perintah. Sekurang-kurangnya kalimat dalam ragam resmi, baik lisan maupun tertulis, harus memiliki sebuah subjek (S) dan sebuah predikat (P). Kalau tidak memiliki kedua unsur tersebut, pernyataan itu bukanlah kalimat melainkan hanya sebuah frasa. Itulah yang membedakan frasa dengan kalimat.

e.   Alinea dan Pengembangannya
Alinea atau Paragraf adalah kesatuan pikiran yang lebih luas daripada kalimat, berupa penggabungan beberapa kalimat yang mempunyai satu gagasan atau satu tema. Meskipun demkian, ada juga alinea yang hanya terdiri dari satu kalimat saja. Pengembangan alinea :
a. Alinea/Paragraf Definisi
b. Alinea contoh
c. Alinea perbandingan
d. Alinea analogi
e. Alinea Klimaks atau Induktif
f. Alinea Anti Klimaks atau Deduktifg. Alinea Campuran
h. Alinea Sebab Akibati. Alinea Prosesj. Alinea Deskriptif
f.   Perancangan Penulisan Karangan
Perancangan penulisan karya ilmiah, dalam menulis karya ilmiah sangat dibutuhkan perancangan agar erstruktur, layaknya bangunan perlu rancangan untuk membuat bangunan yang kokoh. perencanaan dalam membuat suatu karangan ilmiah pun perlu diperhatikan. Karena untuk menghasilkan suatu karya ilmiah yang baik harus melalui beberapa tahapan, yaitu tahap persiapan, tahap pengembangan, dan tahap revisi. Pertama kita harus menentukan tema dan topik yang akan kita bahas, kemudian kumpulkan semua informasi yang berkaitan dengan topik yaitu survey lapangan,selanjutnya menyusun hipotesis, lalu melakukan pengamatan dan mengumpulkan data hasil dari pengamatan, kemudian menganalisis data yang telah didapat.

g.   Kerangka Karangan
Outline menurut bahasa adalah kerangka, regangan, garis besar, atau guratan. Jadi outline merupakan rencana penulisan yang memuat garis-garis besar dari suatu karangan yang akan digarap dan merupakan rangkaian ide-ide yang disusun secara sistematis, logis, jelas, terstruktur, dan teratur. Karangan merupakan karya tulis hasil dari kegiatan seseorang untuk mengungkapkan gagasan dan menyampaikannya melalui bahasa tulis kepada pembaca untuk dipahami. Jadi kerangka karangan adalah rencana teratur tentang pembagian dan penyusunan gagasan atau kerangka karangan merupakan suatu rencana kerja yang memuat garis-garis besar dari suatu karangan atau tulisan yang akan ditulis atau dibahas, susunan sistematis dari pikiran-pikiran utama dan pikiran-pikiran penjelas yang akan menjadi pokok tulisan.

h.   Kutipan dan Catatan Kaki
Kutipan merupakan pendapat atau gagasan atau ide dari seseorang dari berbagai sumber, baik berupa tulisan dalam buku atau majalah, surat kabar atau bentuk tulisan lainnya. Mengutip adalah proses pengambilan gagasan tersebut. Sumber yang dipakai bisa diambil dari kamus, ensiklopedia, artikel, laporan, buku, majalah, internet dan lain sebagainya.
Catatan kaki adalah salah satu bagian penting dalam penulisan karya tulis, biasa digunakan dalam penulisan buku, skripsi, makalah, dan juga tulisan lainnya. Tujuan catatatan kaki aalah untuk memberi penjelasan tentang sumber kutipan dari suatu karya tulis. Catatan kaki ditulis disetiap lembar/halaman dimana sumber tersebut dimuat dalam sebuah karya tulis berbeda halnya dengan daftar pustaka yang penulisannya beraa di akhir karya tulis. Biasanya catatan kaki terdapat pada bagian bawah dan dipisahkan oleh garis panjang.

i.   Abstrak dan Dan Daftar Pustaka
Abstrak adalah bagian ringkas suatu uraian yang merupakan gagasan utama dari suatu pembahasan yang akan diuraikan. Abstrak digunakan sebagai “jembatan” untuk me¬mahami uraian yang akan disajikan dalam suatu karangan (biasanya laporan atau artikel ilmiah) terutama untuk memahami ide-ide per¬masalahannya. Dari abstrak, pembaca dapat mengetahui jalan pikiran penulis laporan/artikel ilmiah tersebut dan mengetahui gambaran umum tulisan secara lengkap. Biasanya abstrak ditempatkan di awal suatu laporan/artikel ilmiah dengan tujuan agar pembaca yang mempunyai waktu relatif sedikit cukup hanya dengan membaca abstraknya untuk memahami suatu karya ilmiah secara umum. Dalam artikel ilmiah, abstrak ditulis setelah judul dan nama pengarang yang diketik satu spasi. Untuk itulah, penulisan abstrak harus dapat mewakili isi karangan ilmiah secara keseluruhan, mulai dari latar belakang, metode, dan hasil penelitian.
Daftar pustaka adalah halaman yang berisi daftar sumber-sumber referensi yang kita pakai untuk suatu tulisan ataupun karya tulis ilmiah. Daftar Pustaka biasanya berisi judul buku-buku, artikel-artikel, dan bahan-bahan penerbitan lainnya, yang mempunyai pertalian dengan sebuah karangan (contohnya: thesis). Melalui daftar pustaka yang disertakan pada akhir tulisan, para pembaca dapat melihat kembali pada sumber aslinya.  
Dari 9 unsur diatas telah memenuhi syarat untuk menjadi suatu karangan ilmiah yang baik. Karena sebelum membuat suatu karangan ilmiah yang baik, kita harus menentukan ragam bahasa yang baik agar mudah dimengerti, serta ejaan-ejaan yang tepat untuk setiap kaimat dan kata. Pemilihan kata yang baik dan tepat juga sangat mempengaruhi apakah tulisan tersebut sudah mengungkapkan gagasan utama yang disampaikannya, dengan maksud agar karya tersebut dapat mencapai tujuannya. Alinea atau paragraf yang berfungsi untuk merapikan tulisan supaya enak dilihat juga sangat mempengaruhi baik tidaknya tulisan tersebut dimata para pembacanya. Dalam buku-buku tertentu juga ada yang mencantumkan kutipan sebagai pendukung suatu argumentasi si penulis dan catatan kaki untuk mempermudah pembaca memahami tulisan yang dibacanya. Abstrak yang memuat data diri si penulis juga terkadang ada pada buku-buku tertentu dan daftar pustaka sebagai penjelas bahwa buku tersebut telah ditulis melalui beberapa sumber.

Dapat disimpulkan bahwa ke-9 unsur tersebut wajib ada dalam Bahasa Indonesia, karena dapat membantu kita dalam menulis suatu karya ilmiah agar karya ilmiah kita dapat dimengerti dan diterima oleh semua orang dan para pembacanya. Terutama kita para mahasiswa dan mahasiswi harus mengetahui penataan dan penempatan ke-9 unsur ini dalam suatu penulisan ilmiah agar karangan ilmiah yang kita buat telah memenuhi syarat dalam menggunakan bahasa Indonesia yang baik, benar dan tepat.
Read More
Diberdayakan oleh Blogger.

BTemplates.com