Minggu, 05 Juni 2016

Contoh Bab 1

BAB I
PENDAHULUAN
1.1.        Latar belakang
Penggunaan Internet saat ini sudah menjadi suatu kebutuhan yang tidak dapat di hindarkan. Hal ini menyebabkan banyak hal yang dapat dilakukan melalui internet, salah satunya adalah perdagangan atau jual beli. Perdagangan yang dilakukan melalui internet tidak hanya memperdagangkan barang namun juga bisa memperdagangkan jasa. Salah satu jasa yang dilakukan internet adalah jasa penjualan online terhadap hewan.
Transaksi jual beli hewan peliharaan dengan menggunakan cara bertemu langsung mulai sulit dilakukan karena keterbatasan waktu,tempat dan jarak yang tidak selamanya dekat antara penjual dan pembeli. Selain itu, transaksi jual beli hewan peliharaan secara langsung rentan akan tindak kriminal seperti penipuan dan hewan yang dijual sering tidak sesuai dengan yang di tawarkan. Selain jual beli hewan peliharaan dengan cara bertemu langsung banyak  masyarakat yang menggunakan situs online untuk  jual beli hewan peliharaan. Namun, situs online tersebut masih jarang yang hanya berfokus pada jual dan beli hewan peliharaan. 
Toko online yang dibuat menawarkan berbagai macam hewan peliharaan yang dijual seperti kucing, anjing, kelinci, hamster, marmut, dan sugar glider tidak hewan peliharaan saja yang ditawarkan melainkan aksesoris hewan dan makanan hewan peliharaan. Selain itu toko online ini memiliki beberapa  sistem yang memudahkan saat bertransaksi maupun keamanan dalam berbelanja, salah satunya sistem login untuk melindungi data penjual dan pembeli, kemudian sistem keranjang belanja sistem ini akan menyimpan data-data transaksi jual dan beli hewan peliharaan,makanan, dan aksesoris.


Berdasarkan uraian latar belakang di atas, maka penulis tertarik untuk menuangkannya kedalam penulisan ilmiah dengan judul PEMBUATAN WEBSITE JUAL BELI HEWAN PELIHARAAN MENGGUNAKAN PHP, MYSQL, DAN ADOBE DREAMWEAVER CC 2015.”

1.2.  Batasan Masalah
     Berdasarkan pada latar belakang di atas dan mengingat begitu banyaknya jenis hewan di dunia ini serta terbatasnya ilmu dan kemampuan yang dimiliki, maka masalah yang dibatasi hanya pada bagimana menyisipkan informasi dalam bentuk teks, gambar, cara membuat website, database jual beli hewan peliharaan,, perancangan interface, dan pembentukan halaman. Kemudian  membatasi hewan yang dijual adalah hewan yang tidak dilindungi serta hanya untuk hewan peliharaan saja dan juga hanya sebatas menjual dan membeli.  

1.3.      Tujuan Penulisan
     Tujuan penulisan ini adalah membuat website yang di khususkan untuk memberi kemudahan kepada masyarakat dalam promosi jual dan beli hewan peliharaan secara online dengan menggunakan software PHP dan MySql. Dengan adanya website ini diharapkan dapat memudahkan masyarakat dalam jual dan beli hewan peliharaan secara cepat dan aman.


1.4.      Metodologi Penelitian
Pembuatan website jual dan beli hewan peliharaan ini dilakukan secara bertahap. Dalam pembuatan website ini, metode penulisan yang dilakukan penulis adalah :
1.      Studi lapangan yaitu dengan melakukan pencarian informasi tentang jenis-jenis hewan, harga hewan tersebut dan juga cara pemeliharaan masing-masing hewan. Dengan adanya Studi literature mengamati berbagai macam layanan penjualan hewan yang sudah terdapat di jaringan internet yang tujuannya adalah untuk mencari bahan perbandingan dalam website serta dengan melihat berbagai refernsi dari berbagai sumber buku, artikel dan internet yang membahas tentang pembuatan website jual dan beli hewan peliharaan dengan menggukan pemrograman Adobe Dreamweaver CC 2015 PHP dan MySQL.
2.      Perancangan pada tahap ini di mulai dengan pembuatan UML, flowchart, struktur navigasi, perancangan wibesite, perancangan tampilan website dan perancangan struktur database.
3.      Pembuatan website, pada tahap ini merupakan pembangunan dari website promosi jual beli hewan peliharaan dengan menggunakan Adobe Photoshop, Adobe Dreamweaver CC 2015, PHP dan MySQL seperti pembuatan halaman website, pembuatan database dan software yang digunakan serta mengupload website.

4.      Pengujian, tahap terakhir dimana penulis mengujicobakan website ini secara visual melalui notebook dengan spesifikasi berupa Oprating system Windows 10 Pro 64-bit (10.0 Build 10240), processor Intel® Core™ i3-4030U, CPU @1.90GHz.
Read More

Selasa, 19 April 2016

SEMBILAN UNSUR DALAM MEMBUAT KARANGAN

SEMBILAN UNSUR DALAM MEMBUAT KARANGAN

Sebelum menulis suatu gagasan atau tulisan ilmiah, seharusnya kita memperhatikan beberapa unsur yang terdapat dalam penulisan ilmiah tersebut. Sehingga penulisan ilmiah yang kita buat mampu memenuhi syarat penulisan dalam Bahasa Indonesia yang baik dan benar, baik secara lisan ataupun tulisan.
Berikut adalah unsur-unsur dalam membuat suatu karangan  yang digunakan dalam pengungkapan suatu gagasan ilmiah, yaitu:
1.    Ragam Bahasa
2.    Ejaan
3.    Diksi
4.    Kalimat
5.    Alinea dan Pengembangannya
6.    Perencanaan Penulisan Karangan Ilmiah
7.    Kerangka Karangan
8.    Kutipan dan Catatan Kaki
9.    Abstrak dan Daftar Pustaka

a.  Ragam Bahasa
Ragam bahasa adalah varian dari sebuah bahasa menurut pemakaian. Berbeda dengan dialek yaitu varian dari sebuah bahasa menurut pemakai. Variasi tersebut bisa berbentuk dialekaksenlarasgaya, atau berbagai variasisosiolinguistik lain, termasuk variasi bahasa baku itu sendiri. Variasi di tingkat leksikon, seperti slang dan argot, sering dianggap terkait dengan gaya atau tingkat formalitas tertentu, meskipun penggunaannya kadang juga dianggap sebagai suatu variasi atau ragam tersendiri.

b.  Ejaan
Ejaan adalah penggambaran bunyi bahasa (kata, kalimat, dsb) dengan kaidah tulisan (huruf) yang distandardisasikan dan mempunyai makna. Cara menuliskan bahasa (kata atau kalimat) dengan menggunakan huruf dan tanda baca yang distandarisasikan dan mempunyai makna. Ejaan juga  memiliki 3 aspek yaitu aspek fonologis untukpenggambaran fenom dengan huruf dan penyusunan abjad, aspek morfologisuntuk penggambaran satuan-satuan morfemis, aspek sintaksis untukpenanda ujaran berupa tanda baca. Dalam penulisan ejaan pun perlu diperhatikan pemakaian tanda baca serta pembagian kata yang pantas untuk dilihat serta dibaca oleh semua orang.

c.   Diksi
Diksi, dalam arti aslinya dan pertama, merujuk pada pemilihan kata dan gaya ekspresi oleh penulis atau pembicara.[butuh rujukan] Arti kedua, arti "diksi" yang lebih umum digambarkan dengan enunsiasi kata - seni berbicara jelas sehingga setiap kata dapat didengar dan dipahami hingga kompleksitas dan ekstrimitas terjauhnya. Arti kedua ini membicarakan pengucapan dan intonasi, daripada pemilihan kata dan gaya.
Diksi memiliki beberapa bagian; pendaftaran - kata formal atau informal dalam konteks sosial - adalah yang utama. Analisis diksi secara literal menemukan bagaimana satu kalimat menghasilkan intonasi dan karakterisasi, contohnya penggunaan kata-kata yang berhubungan dengan gerakan fisik menggambarkan karakter aktif, sementara penggunaan kata-kata yang berhubungan dengan pikiran menggambarkan karakter yang introspektif. Diksi juga memiliki dampak terhadap pemilihan kata dan sintaks. Diksi terdiri dari delapan elemen: Fonem, Silabel, Konjungsi, Hubungan, Kata benda, Kata kerja, Infleksi, dan Uterans.




d.   Kalimat
Kalimat adalah satuan bahasa berupa kata atau rangkaian kata yang dapat berdiri sendiri dan menyatakan makna yang lengkap. Kalimat adalah satuan bahasa terkecil yang mengungkapkan pikiran yang utuh, baik dengan cara lisan maupun tulisan. Dalam wujud lisan, kalimat diucapkan dengan suara naik turun, dan keras lembut, disela jeda, dan diakhiri dengan intonasi akhir. Sedangkan dalam wujud tulisan berhuruf latin, kalimat dimulai dengan huruf kapital dan diakhiri dengan tanda titik (.) untuk menyatakan kalimat berita atau yang bersifat informatif, tanda tanya (?) untuk menyatakan pertanyaan dan tanda seru (!) untuk menyatakan kalimat perintah. Sekurang-kurangnya kalimat dalam ragam resmi, baik lisan maupun tertulis, harus memiliki sebuah subjek (S) dan sebuah predikat (P). Kalau tidak memiliki kedua unsur tersebut, pernyataan itu bukanlah kalimat melainkan hanya sebuah frasa. Itulah yang membedakan frasa dengan kalimat.

e.   Alinea dan Pengembangannya
Alinea atau Paragraf adalah kesatuan pikiran yang lebih luas daripada kalimat, berupa penggabungan beberapa kalimat yang mempunyai satu gagasan atau satu tema. Meskipun demkian, ada juga alinea yang hanya terdiri dari satu kalimat saja. Pengembangan alinea :
a. Alinea/Paragraf Definisi
b. Alinea contoh
c. Alinea perbandingan
d. Alinea analogi
e. Alinea Klimaks atau Induktif
f. Alinea Anti Klimaks atau Deduktifg. Alinea Campuran
h. Alinea Sebab Akibati. Alinea Prosesj. Alinea Deskriptif
f.   Perancangan Penulisan Karangan
Perancangan penulisan karya ilmiah, dalam menulis karya ilmiah sangat dibutuhkan perancangan agar erstruktur, layaknya bangunan perlu rancangan untuk membuat bangunan yang kokoh. perencanaan dalam membuat suatu karangan ilmiah pun perlu diperhatikan. Karena untuk menghasilkan suatu karya ilmiah yang baik harus melalui beberapa tahapan, yaitu tahap persiapan, tahap pengembangan, dan tahap revisi. Pertama kita harus menentukan tema dan topik yang akan kita bahas, kemudian kumpulkan semua informasi yang berkaitan dengan topik yaitu survey lapangan,selanjutnya menyusun hipotesis, lalu melakukan pengamatan dan mengumpulkan data hasil dari pengamatan, kemudian menganalisis data yang telah didapat.

g.   Kerangka Karangan
Outline menurut bahasa adalah kerangka, regangan, garis besar, atau guratan. Jadi outline merupakan rencana penulisan yang memuat garis-garis besar dari suatu karangan yang akan digarap dan merupakan rangkaian ide-ide yang disusun secara sistematis, logis, jelas, terstruktur, dan teratur. Karangan merupakan karya tulis hasil dari kegiatan seseorang untuk mengungkapkan gagasan dan menyampaikannya melalui bahasa tulis kepada pembaca untuk dipahami. Jadi kerangka karangan adalah rencana teratur tentang pembagian dan penyusunan gagasan atau kerangka karangan merupakan suatu rencana kerja yang memuat garis-garis besar dari suatu karangan atau tulisan yang akan ditulis atau dibahas, susunan sistematis dari pikiran-pikiran utama dan pikiran-pikiran penjelas yang akan menjadi pokok tulisan.

h.   Kutipan dan Catatan Kaki
Kutipan merupakan pendapat atau gagasan atau ide dari seseorang dari berbagai sumber, baik berupa tulisan dalam buku atau majalah, surat kabar atau bentuk tulisan lainnya. Mengutip adalah proses pengambilan gagasan tersebut. Sumber yang dipakai bisa diambil dari kamus, ensiklopedia, artikel, laporan, buku, majalah, internet dan lain sebagainya.
Catatan kaki adalah salah satu bagian penting dalam penulisan karya tulis, biasa digunakan dalam penulisan buku, skripsi, makalah, dan juga tulisan lainnya. Tujuan catatatan kaki aalah untuk memberi penjelasan tentang sumber kutipan dari suatu karya tulis. Catatan kaki ditulis disetiap lembar/halaman dimana sumber tersebut dimuat dalam sebuah karya tulis berbeda halnya dengan daftar pustaka yang penulisannya beraa di akhir karya tulis. Biasanya catatan kaki terdapat pada bagian bawah dan dipisahkan oleh garis panjang.

i.   Abstrak dan Dan Daftar Pustaka
Abstrak adalah bagian ringkas suatu uraian yang merupakan gagasan utama dari suatu pembahasan yang akan diuraikan. Abstrak digunakan sebagai “jembatan” untuk me¬mahami uraian yang akan disajikan dalam suatu karangan (biasanya laporan atau artikel ilmiah) terutama untuk memahami ide-ide per¬masalahannya. Dari abstrak, pembaca dapat mengetahui jalan pikiran penulis laporan/artikel ilmiah tersebut dan mengetahui gambaran umum tulisan secara lengkap. Biasanya abstrak ditempatkan di awal suatu laporan/artikel ilmiah dengan tujuan agar pembaca yang mempunyai waktu relatif sedikit cukup hanya dengan membaca abstraknya untuk memahami suatu karya ilmiah secara umum. Dalam artikel ilmiah, abstrak ditulis setelah judul dan nama pengarang yang diketik satu spasi. Untuk itulah, penulisan abstrak harus dapat mewakili isi karangan ilmiah secara keseluruhan, mulai dari latar belakang, metode, dan hasil penelitian.
Daftar pustaka adalah halaman yang berisi daftar sumber-sumber referensi yang kita pakai untuk suatu tulisan ataupun karya tulis ilmiah. Daftar Pustaka biasanya berisi judul buku-buku, artikel-artikel, dan bahan-bahan penerbitan lainnya, yang mempunyai pertalian dengan sebuah karangan (contohnya: thesis). Melalui daftar pustaka yang disertakan pada akhir tulisan, para pembaca dapat melihat kembali pada sumber aslinya.  
Dari 9 unsur diatas telah memenuhi syarat untuk menjadi suatu karangan ilmiah yang baik. Karena sebelum membuat suatu karangan ilmiah yang baik, kita harus menentukan ragam bahasa yang baik agar mudah dimengerti, serta ejaan-ejaan yang tepat untuk setiap kaimat dan kata. Pemilihan kata yang baik dan tepat juga sangat mempengaruhi apakah tulisan tersebut sudah mengungkapkan gagasan utama yang disampaikannya, dengan maksud agar karya tersebut dapat mencapai tujuannya. Alinea atau paragraf yang berfungsi untuk merapikan tulisan supaya enak dilihat juga sangat mempengaruhi baik tidaknya tulisan tersebut dimata para pembacanya. Dalam buku-buku tertentu juga ada yang mencantumkan kutipan sebagai pendukung suatu argumentasi si penulis dan catatan kaki untuk mempermudah pembaca memahami tulisan yang dibacanya. Abstrak yang memuat data diri si penulis juga terkadang ada pada buku-buku tertentu dan daftar pustaka sebagai penjelas bahwa buku tersebut telah ditulis melalui beberapa sumber.

Dapat disimpulkan bahwa ke-9 unsur tersebut wajib ada dalam Bahasa Indonesia, karena dapat membantu kita dalam menulis suatu karya ilmiah agar karya ilmiah kita dapat dimengerti dan diterima oleh semua orang dan para pembacanya. Terutama kita para mahasiswa dan mahasiswi harus mengetahui penataan dan penempatan ke-9 unsur ini dalam suatu penulisan ilmiah agar karangan ilmiah yang kita buat telah memenuhi syarat dalam menggunakan bahasa Indonesia yang baik, benar dan tepat.
Read More

Minggu, 20 Maret 2016

Daftar Pustaka

Daftar Pustaka
            Daftar pustaka yaitu suatu daftar yang berisi semua sumber bacaan yang digunakan sebagai bahan acuan dalam penulisan karya ilmiah seperti makalah, skripsi, tugas akhir, Laporan, thesis, dan penelitian. Pemilihan daftar pustaka ini harus benar-benar sesuai dengan pokok permasalahan yang dibahas dalam makalah. Mahasiswa, dosen, siswa tidak boleh mencantumkan nama/judul buku, artikel/jurnal serta dokumen lainnya baik cetak maupun internet yang tidak terdapat dalam daftar pustaka ini. Mengingat arti Penting dari bagian karya ilmiah yang satu ini, maka mahasiswa, dosen,siswa maupun masyarakat umum lainnya perlu mengetahui cara dan penulisan daftar pustaka yang baik dan benar. 
Ada beberapa komponen dalam penulisan daftar pustaka yaitu :
  • Nama penulis dan nama keluarga (jika ada)
  • Ditempatkannya didepan nama kecil
  • Tahun Penerbitan
  • Judul Buku
  • Tempat Penerbitan
  • Nama Penerbit
Tujuan dan Manfaat
Penulisan Daftar Pustaka memiliki tujuan dan manfaat yang sangat banyak diantaranya
  • Ciri khas karya tulis ilmiah.
  • Rujukan, kajian atau sumber ilmu pengetahuan terkait.
  • Memberikan kepuasan batin untuk penulis, penerbit dan sebagainya.
  • Mengetahui kota atau tempat terbit.
  • Membangun kepercayaan pembaca.
  • Membantu pembaca mencari bahan bacaan atau ilmu pengetahun terkait isi karya tulis.
Ketentuan Daftar Pustaka
            Daftar pustaka ditulis dalam spasi tunggal dan antara pustaka satu dengan lainnya ditulis dengan jarak dua spasi. Ditulis dengan urutan nama pengarang, tahun terbit, judul buku, kota, penerbit.
            Disusun berdasarkan urutan abjad nama belakang penulis pertama (bila lebih dari satu kata). Penulisan a/ dan ibn (untuk nama Arab) serta van (untuk nama Belanda) diabaikan dalam penyusunan abjad. Apabila menggunakan dua sumber pustaka yang pengarangnya sama maka sumber ditulis buku mana yang terbit dulu baru buku yang terbit kemudian. Contoh:
Saryono, Djoko. 1995. Psikolinguistik. Malang: FPBS IKIP MALANG.
____________. 1997. Religiositas Jawa dalam Fiksi Indonesia.Malang: FPBS IKIP MALANG.
Jika karya yang dikutip berupa terjemahan maka penerjemah ditulis dengan nama karya dan didahului dengan kata “terj”. Judul buku dalam jurnal ataupun buku Antologi ditulis tegak dan diberi tanda kutip. Nama jurnal dan judul buku Antologi ditulis miring.
            Baris pertama rata kiri dan baris berikutnya menjorok ke dalam. Penulisan tanda titik (.) diletakkan setelah nama pengarang, setelah tahun terbit, setelah judul buku, dan setelah nama penerbitnya. Penulisan tanda koma (,) diletakkan pada nama pengarang, misalnya Sucipto, Adi. Penulisan tanda titik dua (:) diletakkan setelah kota terbit.
Penulisan Daftar Pustaka
1. Pustaka Buku dan Buku Terjemahan
  1. Buku. Penulis. Tahun terbit. Judul buku (ditulis miring). Volume (jika ada). Edisi atau cetakan (jika ada). Kota terbit: Nama penerbit.Contoh:

Nurhadi. 1990. Membaca Cepat dan Efektif. Bandung: CV Sinar Baru.
  1. Buku Terjemahan. Penulis asli. Tahun terbit buku terjemahan. Judul buku terjemahan (miring). Volume (jika ada). Edisi (jika ada). Diterjemahkan oleh: nama penerjemah. Kota terbit terjemahan: Nama penerbit terjemahan.Contoh:

Cushing, B.E. 1990. Sistem Informasi Akuntansi dan Organisasi Perusahaan. Edisi ke 3. Diterjemahkan oleh: Kosasih. Jakarta: R.Erlangga.
  1. Artikel dalam Buku. Penulis artikel. Tahun. Judul artikel (miring). Nama editor. Judul buku (miring). Volume (jika ada). Edisi (jika ada). Kota terbit: Nama penerbit.Contoh:

Hedley, C. 1970. Reading and Language Difficultiesm.Wilson, J.A.R. Diagnosis of Learning Difficultiesm. Pp135-156. New York: McGraw-Hill.
2. Pustaka Skripsi, Tesis, dan Disertasi
Penulis. Tahun. Judul skripsi, tesis, atau disertasi (diberi tanda petik dua). Nama fakultas atau program pascasarjana. Universitas. Kota.
Contoh:
Wahyudi, Johan. 2009. “Upaya Meningkatkan Kemampuan Menyunting Karangan dengan Penerapan Metode Inkuiri”. Program Pascasarjana. Universitas Sebelas Maret. Surakarta.
3. Pustaka Laporan Penelitian
Peneliti. Tahun. Judul laporan penelitian (diberi tanda petik dua). Nama proyek penelitian. Nama institusi. Kota.
Contoh:
Wahyudi, Johan. 2009. “Meningkatkan Kemampuan Menulis Petunjuk dengan Pemanfaatan Lingkungan Sekolah”. Jurnal Bahasa dan Sastra Nomor 05 Volume 1 Tahun III. Balai Bahasa Kalimantan Timur. Samarinda.
4. Pustaka Artikel Surat Kabar
Penulis. Tahun. Judul artikel (diberi tanda petik dua). Nama surat kabar (miring). Tanggal terbit. Halaman.
Contoh:
Wiyono, Agung. 2009. “Ayo Menulis Buku”. Majalah Guruku. Edisi Juni 2009. Halaman 13.
5. Pustaka Artikel dari Internet
Ingat, saat menulis pustaka dari internet tidak diperkenankan mengutip artikel dari internet yang tidak ada nama penulisnya.
  1. Artikel Majalah Ilmiah Versi Cetakan. Penulis. Tahun. Judul artikel (diberi tanda petik dua). Nama majalah (ditulis miring sebagai singkatan resminya). Nomor. Volume. Halaman.
  2. Artikel Majalah Ilmiah Online. Penulis. Tahun. Judul artikel (diberi tanda petik dua). Nama majalah (ditulis miring sebagai singkatan resminya). Nomor. Volume. Halaman. Alamat website.
  3. Artikel Umum. Penulis. Tahun. Judul artikel (diberi tanda petik dua). Alamat website (miring). Diakses tanggal…Contoh:

Wahyudi, Johan. 2010. “Jika Naskah Buku Ditolak Penerbit”.Http://media.kompasiana.com/buku/2011/01/20/jika-naskah-buku-ditolak-penerbit/Diakses pada Sabtu, 29 Desember 2014 jam 09.15.
  1. Kutipan dari Email. Penulis. Judul (diberi tanda petik dua). Alamat email. Diakses tanggal…Contoh:

Kecil, Lentera. “Keterampilan Menulis Paragraf”. weblenterakecil@yahoo.com. Diakses tanggal 29 Desember 2014.
6. Pustaka Hasil Seminar
Penulis. Tahun. Judul materi (diberi tanda petik dua). Nama konferensi. Kota.
Contoh:
Bentliff, G and O’Donovan. 1999. “Diffusion Artefact of Scanning Tunnelling Electron Microscopy”. Fifth International Workshop of Electron Microscopic Techniques. Canada.
Ingat, beberapa hasil konferensi menyatakan bahwa tidak boleh mengutip materi tanpa izin dari penulis. Oleh karena itu carilah konferensi yang boleh dikutip tanpa harus minta izin ke penulisnya.
7. Pustaka Hasil Wawancara
Nama pembicara (bubuhkan kata interview). Tahun. Judul (diberi tanda petik dua). Kota.
Contoh:
Sudrajat, Ahmad interview. 2014. “Interview of Bandeng History”. Jl. Mertapada 20.
Agar lebih meyakinkan, pastikan Anda telah merekam ketika wawancara tersebut berlangsung. Hal ini menjadi saksi dan bukti bahwa wawancara tersebut memang benar-benar dilakukan.
Catatan Penting Penulisan Nama
1.      Nama Penulis Lebih dari Satu Kata
Jika nama penulis terdiri atas dua kata atau lebih ditulis dengan cara dibalik (nama keluarga di depan). Nama utama diikuti tanda koma (,) dan singkatan nama lain diakhiri dengan tanda titik (.). Contoh: Muhammad Habibie ditulis menjadi Habibie, Muhammad. atau Habibie, M.

2.      Nama Penulis Diikuti Singkatan
Nama keluarga atau nama utama yang diikuti singkatan ditulis sebagai nama yang menyatu. Contoh: William A.I. ditulis menjadi William, A.I.

3.      Nama Penulis dengan Garis Penguhubung
Nama yang lebih dari dua kata tetapi merupakan kesatuan yang tidak bisa dipisahkan disatukan dengan tanda hubung. Contoh: Ahmad Al-Ghazali ditulis menjadi Al-Ghazali, Ahmad.

4.      Penulis Dua Orang
Jika ada 2 penulis, yang dibalik hanya nama 1 penulis saja. Contoh: Saryono, Djoko dan Wahyudi Siswanto.

5.      Penulis Lebih Dari Dua Orang
Nama penulis ditulis 1 saja dan diikuti dkk. Misalnya ada 3 penulis yaitu Kisyani Laksono, Bambang Yulianto, dan Titik Harsiati, maka ditulis: Laksono, Kisyani dkk.

6.      Penulisan Gelar
Gelar tidak boleh dicantumkan di belakang nama dalam daftar pustaka.

7.      Penulis Tidak Diketahui
Gunakanlah kata “anonim” jika penulisnya tidak diketahui.

Sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Daftar_Pustaka
Akses : 4 Maret 2016 pukul 17.27
Penulis : anonym
Sumber : http://www.satujam.com/membuat-atau-menulis-daftar-pustaka/
Akses  : 4 Maret 2016 pukul 17.16
Penulis : Henny Alifah
Sumber : http://postingan-all.blogspot.co.id/2013/01/pengertian-cara-membuat-dan-contoh.html
Akses : 4 Maret 2016 pukul 17.13
Penulis  : anonim





Read More

Senin, 25 Januari 2016

Sistem Pakar Untuk Persediaan Barang



Sistem Pakar Untuk Persediaan Barang
            Sistem persediaan barang merupakan hal yang sangat penting bagi suatu perusahaan, terlebih lagi jika perusahaan tersebut bergerak dalam bidang persediaan barang. Ketersediaan barang dalam memenuhi pesanan pelanggan menjadi sangat penting. Namun, stok barang yang terlalu menumpuk dan ketidak tepatan waktu akan mengakibatkan kerugian yang tidak sedikit (Jonhny Hizkia ,2011).
            Pengolahan data persediaan barang gudang yang saat ini berjalan manual, artinya dari pencatatan dan pengolahan data menggunakan selembar kertas berupa persedian dan data berada dalam Microsoft Exel yang hanya dapat dilihan dalam satu sheet. Data tersebut hanya bisa dilakukan oleh bagian menghitung data persediaan barang apabila memenuhi data persediaan barang. Aktifitas secara manual ini memperlabat pengelohan barang maupun data dalam suatu perusahaan.
            Penyimpanan data-data dalam persediaan barang di simpan kedalam database dengan lengkap dan terpercaya, umumnya  data tersebut dikembangkan dengan suatu sistem pakar. Proses melalui beberapa tahap yang mencakup pemilihan masalah, didapatnya evaluasi meninjau kesalahan dan menyediakan catatan yang menyangkut proses pemikiran yang digunakan oleh tenaga ahli. Akumulasi fakta akan dikembangkan pada rekayasa aturan pada basis pengetahuan(Farhansyah, 2004).
            Kadir Abdul (2002) Sistem ini dapat mengubah dan transformasi keahlian untuk menyelesaikan masalah dalam perusahaan dari sumber pengetahuan  maupun data ke dalam program komputer. Dalam tahap ini knowledge enginner menyimpan pengetahuan untuk merubahnya kedalam basis data dan memudahkan mengidentifikasi kerusakan data. Pengaruh sistem ini berdampak dalam berbagai divisi perusahaan.
            Penjelasan diatas tentu saja mengacu pada pengolahan data yang berkaitan erat dengan sistem pakar. Tabel pengaruh sistem pakar dalam suatu perusahaan.
Tabel pengaruh sistem pakar dalam suatu perusahaan.
Karakteristik Sistem Pakar
Pengaruh dalam perusahaan
High Performance
Sistem memudahkan respon dalam penyimpanan data mau mengabil data.
Good Reliability
Mengurangi biaya dalam perusahaan.
Understanable
Berpengaruh menjelaskan langkah-langkah penyediaan barang maupun data.

            Table tersebut membuktikan berpengaruhnya sistem pakar dalam suatu perusahan dalam berbagai divisi pada perusahaan. Pengaruh sistem ini harus dipaparkan sehingga dapat digunakan untuk membantu divisi pada suatu perusahaan. Sistem dari High Performance ini memudahkan respon menyimpan dan mengambil data penyediaan barang dengan memberikan kode dari setiap barang yang sudah diproduksi maupun yang belum di produksi(Subakti ,2006).
Good reliability yang sangat membantu perusahaan dari segi manajemen keuangan perusahaan. Sistem tersebut memang membutuhkan dana yang lebih besar, tetapi berpengaruh dalam menajemen keuangan perusahaan yang menyimpan data dengan baik. Perusahan yang memiliki sistem tersebut akan lebih konsisten dan terstruktur dalam pengeluan atau masuknya biaya perusahaan.
Cepatnya analisa yang dikeluarkan oleh sistem tersebut membuat beberapa divisi perusahan memiliki waktu yang banyak untuk mengevaluasi hasil dari sistem tersebut. Understanable salah satu karakteristik dari sistem pakar yang membantu langkah-langkah saat menjalankan sistem tersebut. langkah-langkah tersebut memudahkan semua divisi dalam perusahaan salah satunya divisi persedian barang.

Daftar Pustaka :
Jonhny Hizkia. 2011. Analisa Perancangan Sistem Berbasis Web Untuk Persedian Barang Pada PT Dwijaya Selaras. Jurnal Infotmatika, vol 3, no 1, pp 58 – 71.
Subakti, Irfan. 2006. Sistem Berbasis Pengetahuan. Surabaya : Jurnal Teknologi Infirmasi Istitut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya. 2006. h. 3-33.
Farhansyah, 2004,”Basis Data”, Informatika Bandung.
Kadir Abdul, 2002, “Dasar Pemrograman Web Dinamis”, Yogyakarta



 
Read More

Senin, 14 Desember 2015

System Keamanan E-Commerce

          Richardus Eko Indrajit (2001) menyatakan e-commerce yakni suatu mekanisme bisnis elektronis yang memfokuskan diri pada transaksi bisnis berbasis individu dengan menggunakan internet sebagai media pertukaran antara dua belah pihak melalui internet atau pertukaran dan distribusi informasi antar dua pihak (Business to Consumer). Dalam satu perusahaan dengan menggunakan internet (Business to Business).
          Business to Business (B2B) adalah sistem komunikasi bisnis on-line antar pelaku bisnis, sedangkan Business to Consumer (B2C) merupakan mekanisme toko on-line (electronic shopping mall), yaitu transaksi antara e-merchant dengan e-customer. Budi Rahardjo (2008), dalam Business to Business pada umumnya transaksi dilakukan oleh para trading partners yang sudah saling kenal dengan format data yang telah disepakati bersama. Sedangkan dalam Business to Customer sifatnya terbuka untuk publik, sehingga setiap individu dapat mengaksesnya melalui suatu web server.
          Keamanan berhubungan dengan pencegahan diri dan deteksi terhadap tindakan pengganggu yang tidak dikenali dalam system komputer. Dalam keamanan sistem komputer yang perlu kita lakukan adalah untuk mempersulit orang lain mengganggu sistem yang kita pakai, Harus dipastikan system bisa berjalan dengan baik dan kondusif Gollmann (1999) .
          Budi Rahardjo dkk (2005) mengungkapkan dalam Keamanan Integrity yang menjamin bahwa data tidak boleh berubah tanpa ijin pihak yang berwenang (authorized). Untuk aplikasi e-procurement, aspek integrity ini sangat penting. Data yang telah dikirimkan tidak dapat diubah oleh pihak yang berwenang. Pelanggaran terhadap hal ini akan berakibat tidak berfungsinya sistem e-procurement. Secara teknis ada banyak cara untuk menjamin seperti dengan menggunakan messange authentication codehash functiondigital signature.

Gollmann, 1999,Computer Security.
 Richardus Eko Indrajit, 2001, E-Commerce: Kiat dan Strategi Bisnis Di Dunia Maya, Jakarta,PT.Elex Media Komputindo, Hal.3
Budi Rahardjo, 2008,Keamanan Sistem Informasi Berbasis Internet.
Budi Rahardjo, Andika Triwidada, dan Maman Sutarman, (2005), Security Evaluation Checklist, Proceedings of INA-CISC 2005: Indonesia Cryptology and Information Security Conference, pp. 135-138.
Read More
Diberdayakan oleh Blogger.

BTemplates.com